Tips Membuat Nama Perusahaan Yang Bagus

Tips Membuat Nama Perusahaan - Salam Sukses, Bagi sebagian besar pengusaha saat ini, membuat nama perusahaan merupakan sesuatu yang penting dan sangat dipertimbangkan secara matang. Dari nama inilah jenis produk dan layanan perusahaan akan dikenal oleh masyarakat luas. Ia akan mewakili karakter perusahaan yang dibangun, menjadi identitas untuk membedakan dari perusahaan lainnya, menjadi jaminan atas mutu barang atau jasa, dan bisa menunjukkan darimana asal barang ataupun layanan jasa.
Mencari nama perusahaan, hampir sama pentingnya dengan saat mencari nama untuk bayi yang baru lahir. Di dalamnya terdapat banyak harapan, doa dan cita-cita, maka tak heran jika dalam membuat nama tak sedikit para pengusaha yang masih mempertimbangkan hoki dan peruntungannya.
Ada banyak cara untuk bisa melahirkan nama perusahaan yang bagus, berikut ini tips-tips dalam membuatnya :

1. Menggunakan kata yang pendek

Membuat nama perusahaan akan lebih baik apabila menggunakan kata yang singkat, padat dan jelas. 1 (satu) hingga 4 (empat) suku kata sangat disarankan, apabila lebih dari empat suku kata bisa menggunakan akronim sehingga nama bisa lebih pendek. Penggunaan kata yang lebih pendek ini bertujuan agar lebih mudah diingat dan diucapkan oleh siapapun yang akan menggunakan produk ataupun jasa perusahaan. Semakin pendek nama perusahaan maka akan semakin baik.
Produk-produk maupun nama perusahaan yang populer dan sukses membangun mereknya saat ini sebagian besar memiliki nama yang lebih pendek, misalnya merek SHARP, SAMSUNG, GOOGLE, HONDA, JOGER, INDOMIE dan lain sebagainya. Sedangkan untuk nama perusahaan yang panjang biasanya akan menggunakan nama akronim ataupun nama depannya, misalnya BCA (Bank Central Asia), INDOSIAR (Indosiar Visual Mandiri), TIKI (Citra Van Titipan Kilat) dan lain-lain. Merek dengan kata yang pendek ini biasanya akan dikenalkan melalui logo yang disebar melalui media promosi.


Mengenalkan nama perusahaan dengan suku kata yang lebih pendek memiliki banyak keuntungan, salah satunya bisa menjadi sarana promosi yang praktis. Orang tidak akan kesulitan menyebut merek saat terjadi obrolan, baik untuk mengingatnya ataupun melafalkannya. Perlu diingat bahwa promosi dari mulut ke mulut merupakan salah satu proses promosi yang efektif.

2. Nama mudah untuk ditulis

Selain nama perusahaan mudah diingat dan diucapkan, akan lebih baik lagi apabila nama tersebut juga mudah ditulis. tak sedikit seorang konsumen yang merekomendasikan sebuah merek melalui tulisan, baik melalui SMS, BBM, email atau media tulis lainnya.
Sebagai contoh, orang Indonesia akan lebih mudah menulis SoKlin daripada menulis SoClaen, mudah menulis SERIUS daripada harus menuliskan SHERIOUS, begitu juga penulisan kata JAMANDULU akan lebih mudah jika dibandingkan dengan menulis DJAMANDOELOE. Dengan menggunakan nama yang mudah ditulis tentu akan sangat membantu konsumen maupun pemasar dalam menyebarkan nama perusahaan ke orang lain.

3. Menghubungkan nama dengan identitas bisnis

Menghubungkan nama perusahaan dengan identitas bisnis banyak dilakukan oleh perusahaan dalam negeri maupun mancanegara. Memberikan nama dengan cara ini berfungsi untuk mempercepat dalam membangun persepsi perusahaan di benak konsumen. Apa dan bagaimana tentang perusahaan dapat diidentifikasikan dengan mudah melalui nama perusahaan.

Beberapa contoh nama perusahaan yang berhubungan dengan identitas bisnis misalnya perusahaan yang memproduksi minuman teh kesegaran dengan merk FreshTea, perusahaan jual beli rumah dengan nama Indohouse, perusahaan tekstil dengan nama Sritex, dan lain sebagainya.

4. Mampu memunculkan kesan pada nama perusahaan

Mampu memunculkan kesan yang unik ketika orang lain membaca ataupun mendengar nama perusahaan bisa menjadi salah satu cara mencuri perhatian calon konsumen. Setelah mampu mencuri perhatian konsumen proses selanjutnya bisa membangun agar calon konsumen tersebut memiliki ketertarikan yang kuat untuk mengetahui apa dan bagaimana produk yang ditawarkan oleh perusahaan.

Kesan unik dapat dibentuk dengan berbagai macam cara, hal ini biasanya akan melibatkan faktor emosi ketika merancang nama perusahaan. Faktor emosi ini bisa berupa emosi marah, sedih, kaget, takut, atau lainnya. Merek-merek yang dengan cepat dapat mencuri perhatian konsumen sering kali dapat ditemukan dalam bisnis kuliner ataupun usaha-usaha di UMKM, misalnya Bakso GRANAT, Es POCONG, Warung Makan SAMBAL PETIR, dan lain-lain. 
Memunculkan kesan unik tak selamanya harus menggunakan nama-nama yang heboh. Kesan keceriaan, kelembutan, cinta ataupun yang lainnya juga dapat dilakukan untuk memberi nama usaha/perusahaan. Beberapa nama usaha yang menggunakan kesan ini misalnya BEHATI, SUTRA, SOFTIES, dan lain sebagainya.

5. Punya cerita dibalik nama

Cerita dibalik nama perusahaan secara tidak langsung bisa menjadi media promosi, nama yang mampu menarik perhatian biasanya akan lebih dapat “memaksa” orang-orang yang mendengar dan melihat nama perusahaan untuk membicarakannya. Semakin banyak dibicarakan orang semakin baik, efeknya secara otomatis nama perusahaan semakin populer di masyarakat.
Membuat penasaran dengan nama perusahaan seringkali menjadi salah satu cara untuk menarik perhatian orang lain untuk bertanya. Nama tersebut biasanya akan menjadi bahan pertanyaan dan obrolan dengan rekan bisnis maupun konsumen. Mereka biasanya akan bertanya-tanya tentang makna dan cerita dibalik nama perusahaan yang dibuat.
Untuk merangkai cerita, biasanya perusahaan memberi nama akan disesuaikan dengan filosofi yang ada di perusahaannya. Bagi perintis usaha, nama perusahaan biasanya bersifat sangat personal, bisa diangkat dari kisah perjuangannya, harapan-harapan pribadinya, ataupun diambilkan dari salah satu nama anggota keluarganya yang paling ia sayangi.

6. Menggunakan Bahasa Daerah

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan nama perusahaan yang bagus yakni dengan menggunakan bahasa daerah. Tak sedikit nama perusahaan yang ada di Indonesia saat ini menggunakan bahasa daerah, tempat dimana perusahaan tersebut dirintis.

Menggunakan bahasa daerah bukanlah sesuatu yang buruk, justru dengan menggunakan bahasa daerah perusahaan banyak yang bisa Go Internasional dan secara tidak langsung akan membawa nama baik daerahnya. Think Globally, Act Locally saat ini telah menjadi salah satu gerakan yang popuer diberbagai negara. Mereka pada berlomba mengangkat potensi lokal untuk dikenalkan pada dunia luar. Beberapa nama perusahaan yang menggunakan bahasa daerah misalnya Podomoro, Danarhadi, Martha Tilaar, Jiwasraya, Majalah Swa, dan lain-lain.
Nama-nama dengan menggunakan bahasa Sunda, bahasa Sansekerta, Bahasa Kawi, ataupun lainnnya hingga saat ini semakin sering ditemukan. Dengan menggunakan bahasa daerah, untuk mendapatkan pembendaharaan kata yang singkat, padat dan jelas biasanya masih banyak dan bisa digunakan untuk nama usaha.

7. Cek nama domain

Setelah nama perusahaan didapatkan, ada hal yang tidak kalah penting adalah mengecek nama domain di penyedia web hosting. Mendapatkan nama domain komersial yang memiliki suku kata pendek saat ini semakin sulit didapatkan, apalagi yang masuk dalam kateorti Top Level Domain seperti .com (dot comercial). Hampir kata-kata umum yang terdiri dari dua-tiga suku kata sudah hampir dibilang langka.
Pentingnya mengecek keberadaan nama domain perusahaan di internet adalah apabila suatu saat perusahaan yang dibangun akan melakukan promosi melalui situs web, domain masih tersedia. Jika nama domain sudah dipakai oleh orang lain maka sebenarnya kita sudah kalah beberapa langkah. Mau tidak mau harus mencari alternatif nama lain atau menambahkan suku kata baru. Padahal sebagaimana membuat nama perusahaan, membuat nama domain semakin pendek juga semakin baik.

8. buat desain logo yang sesuai dengan karakter nama

Untuk menyempurnakan nama perusahaan, membuat logo bisa dilakukan dengan menyesuaikan berbagai unsur visual dengan karakter nama perusahaan. Pembuatan logo ini berfungsi untuk penanda sekaligus pembeda bisnis kita. Selain itu logo bisa berfungsi sebagai sarana membangun persepsi di benak konsumen agar mereka tau tentang keunggulan dan kualitas bisnis yang akan dirintis.

Beberapa kriteria logo yang bagus diantaranya memiliki bentuk yang unik sehingga berbeda dengan perusahaan kompetitor dan bisnis-bisnis lainnya, sederhana dan dapat diaplikasikan di berbagai media, mudah dikenali dan diingat oleh konsumen dalam berbagai ukuran, dan logo perusahaan dapat digunakan dalam waktu yang lama untuk mewakili karakter bisnis. 
Membuat nama perusahaan yang bagus memang banyak hal yang musti diperhatikan. Karena nama perusahaan akan menjadi ujung tombak dalam melakukan kegiatan promosi. 







EmoticonEmoticon